4 Tips Berpuasa Sehat di Masa Pandemi COVID-19

4 Tips Berpuasa Sehat di Masa Pandemi COVID-19

Bulan Ramadhan memberikan kesempatan bagi umat Islam untuk kembali pada gaya hidup yang seimbang dan sehat. Puasa Ramadhan dapat meningkatkan kesehatan seseorang, tetapi jika tidak diikuti dengan pola makan yang benar, FibreSquad mungkin akan mengalami masalah di sistem pencernaan. Apalagi puasa tahun ini FibreSquad juga harus menghadapi situasi pandemi COVID-19. Makanan yang dikonsumsi saat sahur dan berbuka puasa dapat menjadi faktor penentu kesehatan pencernaan kita dan juga daya tahan tubuh. Berikut beberapa tips yang dapat FibreSquads ikuti agar dapat berpuasa dengan sehat.

Tidak Melewatkan Makan Sahur

Meskipun melewatkan sahur untuk tidur tanpa gangguan mungkin terdengar menarik, FibreSquads seharusnya tidak melakukannya. Makanan yang dikonsumsi saat sahur akan membantu tubuh mendapatkan nutrisi selama berpuasa 14 jam ke depan.

Melewatkan sahur akan memperpanjang lama puasa karena tubuh harus bergantung pada makanan yang dikonsumsi hari sebelumnya untuk memberi nutrisi dan energi sampai dengan waktu berbuka. Akibat waktu berpuasa lebih lama, maka tubuh cenderung merasa dehidrasi, kekurangan nutrisi, dan lelah di siang hari. Selanjutnya, melewatkan sahur juga memicu untuk makan berlebihan saat berbuka puasa, yang dapat menyebabkan kenaikan berat badan.

Makanan yang dikonsumsi saat sahur haruslah makanan yang sehat dan dapat memberikan energi yang cukup sepanjang hari. Disarankan untuk mengkonsumsi makanan kaya serat, karena serat dicerna lebih lambat dibandingkan makanan yang diolah secara berlebihan, sehingga FibreSquads akan merasa kenyang lebih lama. Kemudian pilih makanan dengan karbohidrat kompleks seperti biji-bijian dan kacang-kacangan. Tubuh membutuhkan waktu lebih lama untuk memecah dan menyerap makanan-makanan ini, sehingga akan menjadi energi yang lebih baik selama jam-jam berpuasa.¹

Tidak Makan Berlebihan Saat Berbuka

Sama seperti tidak disarankan untuk melewatkan sahur, makan berlebihan saat tiba waktunya berbuka puasa dapat membahayakan tubuh. Tidak jarang saat berbuka puasa banyak orang yang kalap dan ingin “balas dendam” dengan makan bermacam-macam hidangan mulai dari aneka gorengan sampai dengan aneka makanan manis. Walaupun makanan ini memberikan kepuasan, tetapi juga dapat menyebabkan gangguan pencernaan, penambahan berat badan, dan membuat puasa keesokan harinya menjadi lebih sulit.²

Cukupi kebutuhan cairan

Minum sebanyak mungkin antara waktu buka puasa, makan malam, dan sahur untuk mengurangi risiko dehidrasi selama puasa. Usahakan untuk minum setidaknya 8 gelas cairan setiap hari sebelum imsak dan setelah matahari terbenam. Pembagian konsumsi cairan bisa merujuk cara berikut, yaitu 1 gelas ketika bangun sahur, 1 gelas saat makan sahur, 1 gelas saat berbuka puasa, 1 gelas setelah sholat magrib, 1 gelas setelah makan malam, 1 gelas setelah sholat isya,1 gelas setelah sholat tarawih, dan 1 gelas sebelum tidur. Namun kebutuhan cairan seseorang juga bergantung pada kondisi cuaca, aktivitas fisik, dan riwayat penyakit.

Idealnya, FibreSquads juga harus mengurangi minuman berkafein seperti kopi, teh dan minuman berkarbonasi karena ini memiliki efek diuretik dan akan meningkatkan kehilangan cairan selama berpuasa. Selain itu, FibreSquads harus membatasi penggunaan dan asupan garam, terutama selama sahur, karena dapat meningkatkan rasa haus.³

Menjaga Kesehatan Sistem Pencernaan untuk Memperkuat Sistem Imun Tubuh

Tanpa pencernaan yang sehat, tidak akan ada tubuh yang sehat. 70% sel imun tubuh terdapat di sistem pencernaan. Berpuasa pada bulan Ramadhan memungkinkan sistem pencernaan untuk istirahat dari kondisi normal untuk memproses dan memecah makanan, sehingga sistem pencernaan dapat membersihkan tubuh dari akumulasi racun makanan berbahaya, yang juga memungkinkan tubuh untuk memperbaiki dan meregenerasi sel-sel yang rusak. Konsumsi makanan yang tinggi serat, seperti buah dan sayuran, kacang-kacangan, dapat membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan. Asupan serat yang kurang selama berpuasa dapat meningkatkan kejadian konstipasti atau sulit Buang Air Besar (BAB) hingga 3x lipat.⁴ Jika FibreSquads kesulitan untuk mengonsumsi cukup serat selama berpuasa, FibreSquad dapat mengonsumsi suplemen kaya serat seperti FibreFirst, dengan komposisi serat premium dan nutrisi dari ekstrak buah dan sayuran. Konsumsi FibreFirst satu sachet setelah FibreSquad makan besar saat berbuka puasa untuk membantu detoksifikasi zat yang tidak diperlukan tubuh dan menutrisi sistem pencernaan. Sistem pencernaan yang sehat menjadi kunci agar sistem imun tubuh FibreSquads tetap kuat dan mampu melindungi tubuh dari infeksi penyakit. Jadi FibreSquads dapat tenang beribadah di bulan Ramadhan selama masa pandemi karena sistem imun yang kuat dan tubuh yang sehat.



¹ Babycentre. (April 23, 2020). Tips for a healthier fast. Retrieved from https://www.babycentre.co.uk/a1028960/tips-for-a-healthier-fast
² Abbas, Z. (2015). Gastrointestinal health in Ramadan with special reference to diabetes. J Pak Med Assoc, 65(5).
³ Maughan, R. J., & Shirreffs, S. M. (2012). Hydration and performance during Ramadan. Journal of sports sciences, 30(sup1), S33-S41.
⁴ Keshteli, A. H., Sadeghpour, S., Feizi, A., Boyce, P., & Adibi, P. (2017). Evaluation of self-perceived changes in gastrointestinal symptoms during Ramadan fasting. Journal of religion and health, 56(5), 1620-1627.