Cek Faktor Risiko Kanker Kolorektal, Deteksi Dini Sebelum Terlambat
Publish Date: 29 July 2022

Cek Faktor Risiko Kanker Kolorektal, Deteksi Dini Sebelum Terlambat

Penyakit kanker masih menjadi momok menakutkan bagi kita semua, tanpa memandang usia dan jenis kelamin, temasuk diantaranya Kanker kolorektal. Penyakit kanker kolorekktal yaitu pertumbuhan dan perkembangan sel-sel abnormal yang terjadi di area kolon (usus besar) dan rektum (bagian yang menghubungkan kolon dan anus).¹ Secara global, pada tahun 2020, ada sekitar 1,9 juta kasus dan menyebabkan 0,9 juta kematian, menempatkan kanker ini sebagai keganasan paling umum ketiga dan kanker paling mematikan kedua. Prevalensi kanker kolorektal lebih tinggi di negara-negara yang sangat maju, dan meningkat di negara-negara berpenghasilan menengah dan rendah karena gaya hidup westernisasi.² Tidak hanya meningkat secara jumlah, kejadian kanker kolorektal juga mengalami peningkatan pada kelompok dewasa muda yang berusia < 50 tahun. Lebih dari 86% pasien yang didiagnosis dengan kanker kolorektal berusia kurang dari 50 tahun dan asimptomatik (tanpa gejala).³

Kanker kolorektal umumnya berkembang secara perlahan dan merupakan penyakit kronis/menahun. Pada awal tahap perkembangan, akan muncul polip di area kolon atau rektum. Sayangnya tanpa pemeriksaan kolonoskopi, yaitu dengan meneropong kondisi usus besar, polip ini tidak akan terdeteksi. Apalagi, pada umumnya polip juga tidak menimbulkan gejala apapun. Itulah sebabnya kebanyakan kejadian kanker usus besar terdeteksi saat stadium akhir dan penderita juga sudah mengalami beberapa gejala karena kanker sudah menyebar.

Beberapa gejala dari kanker kolorektal yang umumnya terjadi antara lain:⁴

  • Perubahan pada kebiasaan buang air besar (BAB), seperti diare, sembelit, atau ukuran feses menjadi lebih kecil, yang berlangsung selama lebih dari beberapa hari.
  • Rasa tidak nyaman pada perut yang terus menerus, seperti kram, nyeri perut, kembung/begah.
  • Rasa tidak tuntas meskipun sudah BAB.
  • Lemas atau kelelahan terus menerus.
  • Anemia.
  • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.

Seseorang dengan gejala-gejala di atas belum pasti mengalami kanker kolorektal, tetap harus dilakukan pemeriksaan kesehatan lebih mendetail. Seperti sudah dijelaskan di atas, pada tahap awal perkembangannya, penyakit ini sering kali tidak menimbulkan gejala, karena itu FibreSquads harus lebih berhati-hati, terutama bila memiliki faktor-faktor risiko kanker kolorektal.

Faktor risiko kanker kolorektal terdiri dari faktor yang tidak dapat diubah dan faktor yang diubah/dimodifikasi, yang biasanya berhubungan dengan pola hidup sehari-hari. Faktor risiko yang tidak dapat diubah, antara lain berusia > 50 tahun, memiliki riwayat menderita polip, memiliki riwayat menderita infeksi usus besar, memiliki riwayat kanker usus besar dalam keluarga, dan faktor genetik. Sedangkan faktor risiko yang dapat diubah antara lain obesitas, aktivitas fisik yang rendah, merokok aktif dan pasif, peningkatan konsumsi garam dan daging merah serta olahannya, diet rendah serat, dan mengalami masalah pencernaan yang berulang.⁵⁻⁶

Studi meta-analisis juga menunjukkan hasil yang positif antara asupan serat yang tinggi, terutama dari serealia atau biji-bijian dan buah-buahan, dengan penurunan risiko terjadinya kanker kolorektal. Individu yang mengonsumsi diet rendah serat (< 25 g per hari) 1,5 kali lebih berisiko mengalami kanker kolorektal dibandingkan yang mengonsumsi diet tinggi serat.⁷ Konsumsi serat yang cukup, juga dapat menjaga dan meningkatkan kesehatan pencernaan kamu, sehingga pencernaan kamu juga akan lebih lancar dan terhindar dari sembelit/konstipasi. Faktanya, orang dengan konstipasi kronis juga lebih berisiko mengalami kanker kolorektal hingga 1,78 kali lipat dibanding orang yang tidak mengalami konstipasi kronis.

Nah, mulai ubah pola hidup kamu menjadi lebih sehat yuk! Salah satunya dengan memenuhi asupan serat harian kamu. Jika asupan serat dari makanan sehari-hari tidak dapat dipenuhi, kamu dapat mengonsumsi FibreFirst, suplemen tinggi serat dengan nutrisi dari ekstrak buah serta sayuran. Cukup satu saset FibreFirst, malam hari sebelum kamu tidur ya, FibreSquads!


¹ What Is Colorectal Cancer? | How Does Colorectal Cancer Start?. Retrieved 30 July 2022, from https://www.cancer.org/cancer/colon-rectal-cancer/about/what-is-colorectal-cancer.html
² Xi, Y., & Xu, P. (2021). Global colorectal cancer burden in 2020 and projections to 2040. Translational Oncology, 14(10), 101174.
³ Macrae, F. (2022). UpToDate. Retrieved 30 July 2022, from https://www.uptodate.com/contents/colorectal-cancer-epidemiology-risk-factors-and-protective-factors#H5
⁴ Colon cancer – Symptoms and causes. Retrieved 30 July 2022, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/colon-cancer/symptoms-causes/syc-20353669
⁵ Lewandowska, A., Rudzki, G., Lewandowski, T., Stryjkowska-Góra, A., & Rudzki, S. (2022). Risk factors for the diagnosis of colorectal cancer. Cancer Control, 29, 10732748211056692.
⁶ What Are the Risk Factors for Colorectal Cancer?. (2022). Retrieved 30 July 2022, from https://www.cdc.gov/cancer/colorectal/basic_info/risk_factors.htm
⁷ Masrul, M., & Nindrea, R. D. (2019). Dietary fibre protective against colorectal cancer patients in asia: a meta-analysis. Open Access Macedonian Journal of Medical Sciences, 7(10), 1723.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 × 4 =