Efek Kebiasaan Makan yang Buruk Terhadap Kesehatan

Efek Kebiasaan Makan Yang Buruk Terhadap Kesehatan

Bukan hanya tinggi atau rendahnya kemauan hidup sehat yang dapat membuat seseorang terhindar dari paparan penyakit. Terkadang, kebiasaan kecil yang dilakukan terus menerus tanpa kamu sadari, seperti melewatkan pagi hari tanpa sarapan atau mengunyah keripik saat menonton acara TV favorit, dapat menambah banyak berat badan yang berujung pada berbagai penyakit.

Konsumsi makanan yang tepat dan nutrisi yang seimbang sangat penting untuk kelangsungan hidup, pertumbuhan fisik, perkembangan mental, kinerja dan produktivitas seseorang. Selain itu, konsumsi jumlah makanan yang tepat juga memainkan peran penting dalam kesehatan individu secara keseluruhan. Makanan yang kamu berikan untuk tubuh memiliki berbagai kandungan nutrisi yang berbeda, mulai dari energi, karbohidrat, protein, lemak esensial, vitamin dan mineral. Sementara tubuh kamu juga membutuhkan berbagai macam jumlah nutrisi yang tepat untuk tubuh dapat berfungsi dengan baik. Kebiasaan makan yang buruk seperti asupan yang tidak mencukupi atau asupan berlebih, sama-sama berdampak buruk bagi kesehatan. Masalah kesehatan yang dapat muncul dari kebiasaan makan yang buruk antara lain obesitas, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, penyakit jantung dan stroke, diabetes tipe-2, osteoporosis hingga melemahnya sistem imun tubuh.¹

Berikut beberapa kebiasaan makan dan gaya hidup buruk yang sering dilakukan tanpa disadari, serta cara mudah untuk memperbaikinya

1. Ngemil di Malam Hari

Makan di malam hari bukan menjadi ide yang baik jika kamu ingin menurunkan berat badan. Sebuah penelitian mendukung gagasan bahwa bukan hanya apa yang kamu makan tetapi juga penting memperhatikan waktu makan. Para peneliti menemukan bahwa seseorang yang makan dekat dengan waktu tidur, cenderung mengonsumsi 690 kalori lebih banyak dibandingkan mereka yang menyelesaikan makan malam lebih awal. Seiring berjalannya waktu, rata-rata penambahan berat badan hingga 4,5 kilogram dalam 6 bulan.²

Setelah makan malam, hindari area dapur atau membuka kulkas dan tempat berbagai camilan disimpan. Selain itu,mulut yang bersih karena gosok gigi menjadikan kamu ingin makan lebih sedikit. Jika perasaan iseng untuk ngemil muncul, tunggu 10 menit. Jika kamu masih benar-benar lapar, coba untuk minum segelas air atau ambil sesuatu yang kecil seperti sepotong buah.³

2. Melewatkan Sarapan

Sarapan adalah makanan yang paling penting dalam sehari. Namun dengan begitu banyak kesibukan dan aktivitas, kamu mungkin memutuskan bahwa tidak punya waktu cukup untuk sarapan. Ketika kamu melewatkan sarapan, metabolisme mulai melambat. Ditambah lagi, sarapan memberi kamu energi untuk menjalani hari. Tanpa bahan bakar ini, kemungkinan besar, kamu akan makan berlebihan pada waktu makan selanjutnya. Sebuah penelitian pada anak-anak sekolah menemukan bahwa mereka yang melewatkan sarapan mengalami peningkatan berat badan yang jauh lebih tinggi selama periode dua tahun dibandingkan mereka yang sarapan. Melewatkan sarapan juga berkaitan dengan perburukan profil lipid, tekanan darah, resistensi insulin, dan penyakit sindrom metabolik.⁴ Siapkan makanan untuk sarapan sehat yang dapat kamu konsumsi dalam perjalanan. Jika kamu terburu-buru, cobalah makanan ringan seperti buah utuh, yogurt, ataupun smoothie.

3. Makan Terlalu Cepat

Ketika ngemil atau makan berat terlalu cepat atau terburu-buru, tidak memberi waktu yang cukup untuk perut dapat mengirim sinyal kenyang pada otak, sehingga menyebabkan makan berlebihan. Butuh waktu sekitar 20 menit untuk perut dapat menyampaikan pesan kenyang pada otak.⁵ Untuk memperlambat makan, pastikan untuk makan perlahan, menikmati, dan mengunyah setiap gigitan dengan seksama. Selain itu, minum air putih selama makan akan membantu kamu merasa lebih tenang dan kenyang saat makan.

4. Makan sambil melakukan aktivitas lain

Bekerja sambil makan siang di depan laptop atau menghabiskan waktu untuk menonton acara favorit bersama dengan camilan, merupakan kebiasaan umum bagi kebanyakan orang. Meskipun kebiasaan ini mungkin tampak tidak berbahaya, tetapi dapat menyebabkan makan secara berlebihan. Sebuah review terhadap 24 penelitian menemukan bahwa perhatian yang teralihkan saat makan menyebabkan orang mengonsumsi lebih banyak kalori pada waktu makan tersebut. Berusahalah untuk mematikan atau menyingkirkan apapun yang berpotensi menjadi gangguan seperti ponsel, laptop, dan televisi. Berkonsentrasi pada makanan selama waktu makan dapat membantu mencegah makan berlebihan.⁶




¹ AJMERA, R. (2017). The effects of poor nutrition on your health, Livestrong.
² Gluck, M. E., Venti, C. A., Salbe, A. D., & Krakoff, J. (2008). Nighttime eating: commonly observed and related to weight gain in an inpatient food intake study. The American journal of clinical nutrition, 88(4), 900-905.
³ Everyday Health. (September 8, 2020). Bad Eating Habits and How to Break Them. Retrived from https://www.everydayhealth.com/diet-and-nutrition-pictures/bad-eating-habits-and-how-to-break-them.aspx
⁴ Monzani, A., Ricotti, R., Caputo, M., Solito, A., Archero, F., Bellone, S., & Prodam, F. (2019). A systematic review of the association of skipping breakfast with weight and cardiometabolic risk factors in children and adolescents. What should we better investigate in the future?. Nutrients, 11(2), 387.
⁵ Field, B. C., Chaudhri, O. B., & Bloom, S. R. (2010). Bowels control brain: gut hormones and obesity. Nature Reviews Endocrinology, 6(8), 444.
⁶ Robinson, E., Aveyard, P., Daley, A., Jolly, K., Lewis, A., Lycett, D., & Higgs, S. (2013). Eating attentively: a systematic review and meta-analysis of the effect of food intake memory and awareness on eating. The American journal of clinical nutrition, 97(4), 728-742.