fibrefirst aman untuk lambung
Publish Date: 1 December 2022

FibreFirst Suplemen Tinggi Serat yang Aman untuk Lambung

FibreSquads kerap merasakan nyeri atau sakit di area perut bagian atas, mual, hingga perut kembung? Mungkin kamu mengalami dispepsia atau yang sering disebut dengan maag. Dispepsia dialami hingga 45% populasi, dan sering terjadi setelah makan atau minum.¹

Dispepsia sebetulnya bukan suatu penyakit, tetapi merupakan sekumpulan gejala gangguan pencernaan berupa perut kembung, nyeri ulu hati, mual, rasa penuh, mudah kenyang.

Sekumpulan gejala ini dapat disebabkan oleh berbagai kondisi seperti gastritis (radang lambung), refluks asam lambung, batu empedu, tukak lambung, hingga radang pankreas. Karena dispepsia dapat menjadi gejala dari suatu penyakit, kondisi ini harus diwaspadai dan ditangani agar tidak berkembang menjadi penyakit yang lebih serius.

Pengobatan untuk dispepsia tergantung pada penyebab dan tingkat keparahannya. Untuk gejala yang ringan dan jarang muncul, perubahan gaya hidup dapat membantu. Beberapa perubahan gaya hidup yang dapat FibreSquads jalani untuk mencegah dispepsia antara lain:²

  • Menghindari atau membatasi konsumsi makanan yang dapat memicu nyeri/rasa tidak nyaman, seperti gorengan, cokelat, bawang merah, dan bawang putih
  • Minum air putih bukan soda
  • Membatasi asupan kafein dan alkohol
  • Makan dengan porsi yang lebih kecil tetapi frekuensi makan lebih sering
  • Makan dengan perlahan
  • Menjaga berat badan ideal atau mengurangi berat badan jika mengalami kegemukan
  • Memberi jeda 3 jam atau lebih antara makan malam dengan waktu tidur

Selain gaya hidup, pola makan juga dapat memengaruhi dan membantu mengurangi gejala dispepsia, misalnya saja diet mediterania.³

Studi yang dimuat dalam jurnal World journal of gastrointestinal pharmacology and therapeutics, individu yang jarang menjalankan diet Mediterania secara signifikan berhubungan dengan terjadinya dispepsia.⁴

Diet atau pola makan mediterania mengutamakan bahan makanan yang bersumber dari tumbuhan yang kaya akan karbohidrat kompleks, vitamin, mineral, serta kandungan berbagai antioksidan. Sedangkan berbagai bahan makanan sumber protein dan lemak seperti daging merah, ikan, unggas, dan telur dikonsumsi dengan frekuensi yang lebih sedikit.

Diet tinggi serat juga disarankan untuk pengidap dispepsia, karena makanan dengan tinggi serat baik untuk menjaga kesehatan pencernaan.⁵

Baca juga:  Serotonin, Hormon Kebahagiaan untuk Pencernaan dan Imunitas

FibreSquads disarankan untuk mengonsumsi makanan kaya serat seperti buah-buahan, kacang-kacangan, polong-polongan, dan biji-bijian.

Lalu bagaimana dengan suplemen serat yang dikonsumsi untuk membantu memenuhi asupan serat harian? FibreFirst, suplemen kesehatan tinggi serat dengan nutrisi dari ekstrak buah dan sayuran, aman dikonsumsi oleh orang yang memiliki masalah dispepsia.

Rasa FibreFirst juga tidak asam, sehingga FibreFirst aman untuk lambung dan tidak memicu asam lambung. Tetapi untuk yang memiliki masalah maag atau dispepsia, harus memerhatikan anjuran konsumsi FibreFirst, yaitu diberi jeda sekitar 1-2 jam antara makan malam dengan minum FibreFirst.

Mengapa harus diberi jeda waktu? Karena pada orang dengan masalah maag/dispepsia, jika perut terlalu penuh akan menimbulkan rasa yang tidak nyaman bahkan nyeri. Jadi pastikan perut kamu sudah tidak terlalu kenyang atau penuh setelah makan malam ya, baru setelah itu mengonsumsi FibreFirst.

Nah, FibreSquads, sekarang sudah tidak ragu lagi kan untuk mengonsumsi FibreFirst. Karena FibreFirst terbuat dari bahan alami, tinggi serat, dan mengandung ekstrak berbagai buah serta sayuran. Rasanya yang segar, tidak asam, tanpa pemanis buatan dan bahan pengawet, dapat dikonsumsi setiap hari untuk membantu memenuhi asupan serat harian dan aman untuk lambung.


¹ Mahadeva, S., & Goh, K. L. (2006). Epidemiology of functional dyspepsia: a global perspective. World journal of gastroenterology: WJG, 12(17), 2661.
² Newman, T. (2020, October 21). Dyspepsia: Symptoms, causes, and treatments. Medical News Today. Retrieved December 23, 2022, from https://www.medicalnewstoday.com/articles/163484#treatments
³ Duboc, H., Latrache, S., Nebunu, N., & Coffin, B. (2020). The role of diet in functional dyspepsia management. Frontiers in Psychiatry, 11, 23.
⁴ Zito, F. P., Polese, B., Vozzella, L., Gala, A., Genovese, D., Verlezza, V., … & Cuomo, R. (2016). Good adherence to mediterranean diet can prevent gastrointestinal symptoms: A survey from Southern Italy. World journal of gastrointestinal pharmacology and therapeutics, 7(4), 564.
⁵ Halodoc. (2022, November 1). Gaya Hidup Sehat Untuk Membantu Mengatasi dispepsia. halodoc. Retrieved December 27, 2022, from https://www.halodoc.com/artikel/gaya-hidup-sehat-untuk-membantu-mengatasi-dispepsia

Baca juga:  5 Pertanyaan Menarik Seputar COVID-19 yang Perlu Kamu Ketahui

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two − one =