Long COVID, Dampak Kesehatan Jangka Panjang Pasca Infeksi

Long COVID, Dampak Kesehatan Jangka Panjang Pasca Infeksi

FibreFirstHealth Articles

Per tanggal 12 Agustus 2021, di Indonesia sudah ada 3.211.078 orang yang berhasil sembuh dari COVID-19. Hal ini merupakan suatu yang menggembirakan, karena semakin banyak orang yang sudah sembuh. Pada beberapa orang, infeksi atau gejala COVID-19 akan membaik dalam waktu 1-2 minggu, tetapi beberapa lainnya ternyata mengalami gejala berkelanjutan setelah infeksi virus hilang. Kondisi ini dikenal dengan sebutan Long COVID atau long-haul COVID, dan dapat dialami oleh orang yang mengalami gejala ringan atau bahkan tidak ada gejala saat terinfeksi COVID-19 sebelumnya. Studi menunjukkan ada sekitar 87,4% pasien COVID-19 mengalami setidaknya satu gejala setelah 2 bulan dinyatakan sembuh.¹

Gejala atau gangguan kesehatan yang dialami pun bermacam-macam, tidak hanya terbatas pada masalah pernapasan saja, dan dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan jangka panjang. Dilansir dari laman CDC, beberapa gejala yang mungkin dialami, antara lain:²

  • Kesulitan bernapas atau napas pendek
  • Kelelahan
  • Sulit berkonsentrasi (brain fog)
  • Sakit kepala
  • Nyeri sendi atau otot
  • Diare
  • Gangguan tidur
  • Perubahan suasana hati (mood)

Penyebab Long COVID

Para peneliti masih belum dapat memutuskan secara pasti faktor yang menyebabkan terjadinya Long COVID, tetapi beberapa kemungkinan penyebab Long COVID adalah:³

  • Berkurangnya respon kekebalan atau imunitas tubuh
  • Infeksi ulang dari virus
  • Peradangan atau reaksi dari imunitas tubuh
  • Perubahan fungsi tubuh akibat bed rest
  • Stres pasca trauma

COVID-19 juga dapat menyebabkan perubahan jangka panjang pada imunitas tubuh, yang dapat memengaruhi organ-organ lainnya. Perubahan ini, terutama di paru-paru, dapat berlangsung lebih lama dari waktu yang diperlukan tubuh untuk menghilangkan virus.

Berapa Lama akan Mengalami Long COVID?

Saat ini tidak jelas berapa lama pemulihan dari COVID yang panjang mungkin berlangsung. Penelitian melaporkan bahwa orang mungkin mengalami gejala 60-90 hari setelah infeksi awal, dan beberapa orang mungkin mengalami gejala lebih lama, bahkan hingga 6 bulan setelah dinyatakan sembuh.⁴,⁵ Kembali lagi, waktu penyembuhan dapat berbeda-beda pada tiap orang.

Pemulihan Long COVID

Beberapa kondisi pasca-COVID dapat diperbaiki dengan manajemen gejala yang dialami (misalnya latihan pernapasan untuk membantu nafas yang pendek). Melakukan olahraga secara bertahap juga dapat membantu proses pemulihan. Yang tidak kalah penting, adalah melakukan perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi seimbang, memenuhi asupan serat harian, tidur yang cukup (7-8 jam sehari), dan manajemen stres. Perhatikan juga kesehatan pencernaan, karena kesehatan pencernaan erat hubungannya dengan imunitas tubuh. Faktanya 70% sel imun berada di pencernaan. Konsumsi serat yang cukup dapat membantu meningkatkan kesehatan pencernaan. Jika asupan serat tidak dapat dipenuhi dari makanan sehari-hari, dapat dibantu dengan mengonsumsi suplemen serat.




¹ Carfì, A., Bernabei, R., & Landi, F. (2020). Persistent symptoms in patients after acute COVID-19. Jama, 324(6), 603-605.
² Center of Disease Control and Prevention. (12 July 2021). Post-COVID Condition. Retrieved from https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/long-term-effects.html. (Accessed on 12 August 2021)
³ Greenhalgh, T., Knight, M., Buxton, M., & Husain, L. (2020). Management of post-acute covid-19 in primary care. bmj, 370.
⁴ Nature Medicine. (2020). Meeting the challenge of long COVID. Nat. Med, 26, 1803.
⁵ Huang, C., Huang, L., Wang, Y., Li, X., Ren, L., Gu, X., … & Cao, B. (2021). 6-month consequences of COVID-19 in patients discharged from hospital: a cohort study. The Lancet, 397(10270), 220-232.