Masalah Pencernaan pada Ibu Hamil dan Cara Mengatasinya - Fibrefirst Untuk Ibu Hamil - Fibrefirst Aman Untuk Ibu Hamil
Publish Date: 3 November 2022

Masalah Pencernaan pada Ibu Hamil dan Cara Mengatasinya

Masa-masa kehamilan merupakan masa yang menyenangkan. Saat bayi kamu sedang tumbuh, tubuh kamu juga akan mengalami beberapa perubahan. Mulai dari perubahan fisik hingga hormonal, yang akan memberikan beberapa dampak pada tubuh kamu, termasuk pada pencernaan. Beberapa wanita mungkin mengalami masalah pencernaan selama masa kehamilan.

Masalah pencernaan ini dapat memengaruhi kerongkongan, lambung, usus kecil, usus besar dan rektum, juga dapat memengaruhi organ pencernaan lainnya, termasuk hati, kantong empedu, dan pankreas. Sebuah studi menyebutkan bahwa sekitar 95% Ibu hamil mengalami masalah pencernaan seperti mual/muntah atau heartburn. ¹

Kedua masalah pencernaan tersebut diduga akibat dari perubahan hormonal yang terjadi selama kehamilan. Peningkatan kadar hormon, seperti progesteron, berkontribusi pada lambatnya pengosongan lambung, peningkatan keasaman lambung terjadi akibat produksi gastrin yang lebih tinggi oleh plasenta.²

Masalah pencernaan, mual, muntah, heartburn - Fibrefirst Untuk Ibu Hamil - Fibrefirst Aman Untuk Ibu Hamil

Masalah pencernaan ibu hamil: mual, muntah, heartburn

Selain itu, peningkatan berat badan dan ukuran bayi dalam kandungan, juga dapat menambah tekanan di area pencernaan. Meskipun kebanyakan masalah pencernaan ini tidak menimbulkan bahaya, tetapi gejala-gejala ini telah terbukti berdampak negatif terhadap kualitas hidup, aktivitas sehari-hari, dan kemampuan wanita hamil untuk bekerja. ³

Konstipasi atau sembelit juga gejala masalah pencernaan yang sering terjadi di masa kehamilan, terutama pada trimester dua. Kadar hormon dapat memengaruhi pencernaan dan meningkatkan risiko konstipasi. Saat kamu BAB menjadi menyakitkan atau sulit, dan perut kamu juga terasa lebih kembung. Jika kamu mendapatkan suplementasi zat besi, peningkatan kadar zat besi juga dapat berkontribusi menyebabkan konstipasi.

Sebagian besar Ibu hamil yang mengalami masalah pencernaan, tidak memerlukan pengobatan farmakologis dan dapat dikelola dengan modifikasi pola makan.⁴ Perubahan pola makan adalah cara paling praktis dan paling aman untuk mengatasi konstipasi selama kehamilan. Salah satu cara yang dapat kamu lakukan adalah dengan mencukupi asupan serat harian.

Kebutuhan serat harian selama hamil mengalami peningkatan sebanyak 3-4 gram per hari, sehingga selama masa kehamilan, asupan serat harian yang disarankan berkisar antara 30-35 g.⁵ Pastikan untuk mengonsumsi beragam buah, sayuran, biji-bijian, dan kacang-kacangan.

Baca juga:  Cara Alami untuk Menghilangkan Lemak Tubuh dan Perut Buncit

Untuk memenuhi asupan serat harian dari makanan sehari-hari, tentu bukan perkara mudah. Apalagi jika kamu juga mengalami gejala mual/muntah. Apakah Ibu hamil boleh mengonsumsi suplemen serat seperti FibreFirst? dan apakah FibreFirst aman untuk ibu hamil?

Meskipun bahan-bahan yang terkandung dalam FibreFirst adalah bahan alami, tetapi sebaiknya tetap berkonsultasi terlebih dulu dengan Dokter yang mengetahui riwayat kesehatan dan kehamilan kamu sebelum mengonsumsi suplemen serat tambahan.

Komposisi FibreFirst: Spinach, Celery, Carrot, Tomato

Spinach, Celery, Carrot, Tomato

Komposisi FibreFirst: Wheatgrass, Apple, Orange, Pineapple

Wheatgrass, Apple, Orange, Pineapple

Komposisi FibreFirst: Psyllium Husk, Inulin, Spirulina, Oat Fibre

Psyllium Husk, Inulin, Spirulina, Oat Fibre

Selain mencukupi asupan serat harian, kamu juga harus minum yang cukup, hindari minum minuman yang manis, dan melakukan aktivitas fisik ringan, untuk membantu gerakan mendorong/peristaltik usus.

Sistem pencernaan yang lebih lambat juga dapat memicu penumpukkan gas dan menyebabkan nyeri perut hingga kram. Kamu tentu saja tidak dapat mengubah cara kerja sistem pencernaan selama masa kehamilan, tetapi kamu dapat menghindari makanan pemicu gas, seperti minuman berkarbonasi, brokoli/kol/kembang kol, terlalu banyak susu dan olahannya. Selain itu, cobalah makan dengan porsi kecil dan perlahan, sehingga tidak banyak udara yang masuk ke area perut.

Meskipun ada banyak perubahan pada tubuh kamu selama kehamilan dan beberapa perubahan itu mungkin tidak menyenangkan, gejala terkait seperti gangguan pencernaan akan membaik setelah persalinan. Pastikan untuk mendiskusikan gejala atau masalah yang kamu alami dengan tim ahli atau dokter ya.


¹ Naumann, C. R., Zelig, C., Napolitano, P. G., & Ko, C. W. (2012). Nausea, vomiting, and heartburn in pregnancy: a prospective look at risk, treatment, and outcome. The Journal of Maternal-Fetal & Neonatal Medicine, 25(8), 1488-1493.
² Tan, E. K., & Tan, E. L. (2013). Alterations in physiology and anatomy during pregnancy. Best practice & research Clinical obstetrics & gynaecology, 27(6), 791-802.
³ Smith, C., Crowther, C., Beilby, J., & Dandeaux, J. (2000). The impact of nausea and vomiting on women: a burden of early pregnancy. Australian and New Zealand Journal of Obstetrics and Gynaecology, 40(4), 397-401.
⁴ Van Der Woude, C. J., Metselaar, H. J., & Danese, S. (2014). Management of gastrointestinal and liver diseases during pregnancy. Gut, 63(6), 1014-1023.
⁵ Gizi, A. K. (2019). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No 28 tahun 2019. Kemenkes RI. Jakarta.

Baca juga:  Sering Makan Tidak Sehat dan Malas Gerak? Awas, Kesehatan Jantung Terancam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 × three =