Mau Tetap Makan Sajian Lebaran Tanpa Khawatir Lebar-an? Simak Tipsnya!

Mau Tetap Makan Sajian Lebaran Tanpa Khawatir Lebar-an? Simak Tipsnya!

FibreFirstHealth Articles

Setelah berpuasa selama satu bulan, menahan segala godaan dan hawa nafsu, termasuk makanan, minuman, amarah, umat muslim diseluruh dunia menyambut Hari Raya Idul Fitri atau dikenal juga dengan Lebaran. Perayaan Lebaran identik dengan berbagai hal menyenangkan, mulai dari tradisi berkumpul dengan keluarga atau mengunjungi kerabat, berbagi amplop THR, makan berbagai hidangan khas lebaran, ketupat opor, sayur ketupat, rendang, dan kue khas lebaran lainnya. Jika melihat dari kecenderungan pilihan makanan, orang yang melaksanakan puasa Ramadan cenderung mengonsumsi makanan manis atau tinggi karbohoidrat, tinggi lemak dan tinggi protein.[1] Kecenderungan mengonsumsi berbagai makanan tinggi karbohidrat, protein dan lemak selama bulan puasa akan berlangsung hingga sesudah Lebaran.[2]

Apabila sesudah bulan puasa kita tetap mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat, protein dan lemak maka akan mempengaruhi indeks massa tubuh dan komposisi tubuh. Tidak jarang, berat badan yang turun saat puasa, justru meningkat hanya dalam beberapa hari setelah Lebaran dan badan menjadi lebar-an juga. Lalu bagaimana caranya supaya pola makan tetap sehat dan tidak berlebihan ketika Lebaran? Simak beberapa tips berikut!

Makan dengan porsi kecil

Setelah satu bulan menahan lapar dan dahaga, hari Lebaran memang disebut juga sebagai hari kemenangan dengan berbagai menu khas yang rasanya tidak afdol kalau tidak dicicipi. Makanan yang berlimpah membuat orang cenderung ingin makan banyak. Meskipun begitu, bukan berarti kamu boleh makan sepuasnya, tetap perhatikan jenis makanan yang dikonsumsi dan total kalori yang diasup dari setiap makanan. Kamu tetap bisa menikmati berbagai menu lebaran dengan menyiasati di porsi makanan, jadi usahakan porsinya kecil. Misal, ketika pagi hari sebelum berangkat atau setelah sholat Idul Fitri, kamu bisa mengonsumsi setengah ketupat dengan satu potong opor ayam. Jika ingin mencicipi kue lebaran, ingat, jangan jadikan kue sebagai makan utama, tapi sebagai camilan. Jadi kamu boleh makan 1-2 buah kue setelah makan besar. Jangan setengah toples sekali makan, ya.

Tetap konsumsi buah dan sayuran

Meskipun jenis makanan tersebut jarang ada dan tersedia ketika Lebaran tiba, tidak ada salahnya FibreSquads mulai menerapkan kebiasaan sehat ini. Alih-alih menyediakan berbagai minuman manis yang tinggi, seperti sirup dan minuman karbonasi, FIbreSquads dapat mencoba mengonsumsi jus buah ataupun campuran dengan sayur. Melihat berbagai menu Lebaran yang tinggi lemak, tidak ada salahnya kamu mengimbanginya dengan konsumsi buah dan sayuran yang tinggi beragam nutrisi, termasuk serat. Konsumsi serat yang cukup dapat membantu kita merasa kenyang lebih lama sehingga dapat lebih bijak mengambil porsi makan sajian Lebaran lainnya. Selain itu, buah dan sayuran juga dikenal rendah kalori. Perhatikan juga penggunaan gula tambahan ya ketika membuat aneka jus segar.

Jangan lapar mata

Melihat berbagai menu yang jarang dijumpai memang rasanya sangat menggugah selera, sampai rasanya ingin mencoba semuanya. Tapi kamu harus selalu ingat untuk melakukan Mindful eating, yaitu kamu harus memiliki kesadaran penuh ketika makan. Misalnya, ketika kamu ingin mengonsumsi menu lainnya, kamu dapat memikirkan kembali, apakah kamu benar-benar merasa lapar, atau hanya karena lapar mata saja. Untuk mencegahnya, kamu bisa mengonsumsi air putih yang cukup atau mengonsumsi camilan berupa potongan buah segar. Kadang otak kita salah menafsirkan rasa haus dengan rasa lapar. Jadi kamu dapat mencoba minum 250 mL air, kemudian tunggu hingga 15 menit, jika sudah tidak merasa lapar, berarti kamu hanya lapar mata saja.

Berpuasa adalah salah satu cara tubuh untuk memperbaiki sel-sel yang rusak dan detoksifikasi tubuh dari berbagai toksin yang berbahaya. Setelah puasa selesai, saatnya kembali mengatur pola makan menjadi lebih sehat. Konsumsi pola makan bergizi seimbang, dan jangan lupa untuk selalu memenuhi semua nutrisi yang dibutuhkan tubuh, termasuk serat. Have a healthy digestive, FibreSquads!




¹ Gharbi, M., Akrout, M., & Zouari, B. (2003). Food intake during and outside Ramadan. EMHJ-Eastern Mediterranean Health Journal, 9 (1-2), 131-140, 2003.
² Beltaifa, L., Bouguerra, R., Ben Slama, C., Jabrane, H., El Khadhi, A., Rayana, B., & Doghri, T. (2002). Food intake, and anthropometrical and biological parameters in adult Tunisians during Ramadan. EMHJ-Eastern Mediterranean Health Journal, 8 (4-5), 603-611, 2002.