Tetap Jaga Imun Tubuh dengan Buang Racun Sehabis Lebaran

Tetap Jaga Imun Tubuh dengan Buang Racun Sehabis Lebaran

FibreFirstHealth Articles

Momentum lebaran tahun ini agak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya akibat dari pandemi COVID-19. Tidak ada sholat Idul Fitri berjamaah di Masjid ataupun acara silaturrahmi dengan keluarga dan kerabat. Walaupun banyak yang berbeda, tetapi pada hakikatnya momen Idul Fitri adalah waktu yang tepat untuk saling memaafkan agar kembali ke fitrah, suci dan bersih dari dosa.

Bicara soal perbedaan, ada beberapa hal yang berbeda antara sebelum lebaran dan sesudah lebaran. Salah satunya yaitu pola makan. Seseorang bisa bebas makan dan minum tanpa ada batasan waktu setelah selesainya bulan Ramadhan. Padahal selama menjalankan puasa, terjadi pengurangan waktu makan, frekuensi makan, dan asupan kalori. Pola makan yang berulang selama 30 hari ini, membuat tubuh beradaptasi dengan keadaan tersebut. Pola makan baru setelah berakhirnya puasa, menyebabkan tubuh harus beradaptasi ulang. Apalagi ditambah sajian menu makanan khas lebaran yang berlemak dan tinggi kolesterol seperti opor ayam, rendang, dan semur. Belum lagi berbagai macam kue kering lebaran seperti nastar, kastangel, dan putri salju yang mengandung tinggi gula. Makanan-makanan ini akan menumpuk di sistem pencernaan dan meningkatkan racun dalam tubuh. Akibatnya tidak jarang menimbulkan sakit perut, perut kembung, sembelit, hingga gula darah dan kolesterol yang meningkat.¹

Untuk mengatasi perubahan pola makan yang terjadi, FibreSquads harus melatih tubuh secara perlahan. Namun kebutuhan kalori tubuh juga harus tetap terpenuhi dengan baik. FibreSquads bisa mulai makan dalam porsi kecil tetapi sering, sehingga sistem pencernaan memiliki waktu untuk beradaptasi. Selain itu konsumsi makanan bergizi seimbang juga disarankan ketika beralih dari satu pola makan ke pola makan lain. Meningkatkan konsumsi makanan bergizi, salah satunya dengan meningkatkan konsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan untuk membuang racun dan sisa makanan dalam sistem pencernaan. Usahakan untuk menghindari makanan olahan, junk food, makanan berlemak, makanan tinggi garam, karena tidak baik untuk kesehatan sistem pencernaan, proses metabolisme dan keseimbangan tubuh.²

Konsumsi makanan manis yang berlebihan saat hari-hari puasa di bulan Ramadhan dan saat perayaan Idul Fitri dapat mempengaruhi kerja sistem pencernaan. FibreSquads bisa mencoba untuk konsumsi prebiotik yang merupakan makanan dari bakteri baik yang ada sistem pencernaan. Beberapa serat, seperti Inulin, juga bersifat sebagai prebiotik. Selain dapat meningkatkan jumlah bakteri baik dan keanekaragaman koloni bakteri baik di sistem pencernaan, prebiotik juga membuat sistem pencernaan lebih sehat sehingga meningkatkan sistem imun tubuh dan perlindungan tubuh terhadap infeksi penyakit.³

Mengingat ada kabar akan ditiadakannya PSBB, FibreSquads harus bersiap dengan meningkatkan sistem imun tubuh dari sekarang.  Saat terpapar bakteri atau virus, tergantung dari sistem imun yang dimiliki untuk melindungi dari infeksi. Apalagi penyakit yang disebabkan oleh virus seperti Covid-19, yang termasuk self-limiting disease, atau penyakit yang dapat sembuh bergantung dari sistem imun tubuh kita. Jika sistem imun kuat, tubuh akan melawan ancaman penyakit tersebut. Jika memiliki sistem imun tubuh yang lemah atau tidak stabil, ada kemungkinan untuk tertular penyakit. Kekuatan sistem imun ini sangat bergantung pada kesehatan sistem pencernaan, sebab 70% dari sel imun ada pada sistem pencernaan.⁴

Selain itu banyak bakteri yang hidup di dalam sistem pencernaan. Mereka adalah organisme yang dapat memengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Perlindungan yang diberikan oleh beberapa organisme ini bermanfaat bagi sistem imun tubuh. Bakteri baik dapat mengenali ketika pengganggu yang menyebabkan penyakit memasuki tubuh, kemudian menyerangnya sehingga FibreSquads tidak sakit. Jika tidak memiliki cukup bakteri baik dalam usus, maka akan lebih rentan terhadap virus.⁵

Jadi jangan lupa untuk tetap mengonsumsi buah dan sayuran untuk membuang racun dari sistem pencernaan dan menjaga kesehatan sistem pencernaan. Konsumsi buah dan sayuran minimal 400 gram per hari yang terdiri dari 150 gram buah dan 250 gram sayuran untuk membantu memenuhi kebutuhan serat dan nutrisi harian yang FibreSquads butuhkan. Jika kesulitan untuk memenuhi asupan serat harian, FibreSquads dapat mengonsumsi FibreFirst, suplemen kaya serat premium dan nutrisi dari ekstrak buah dan sayuran untuk membantu memenuhi kebutuhan serat dan nutrisi. Konsumsi satu sachet FibreFirst sebelum tidur untuk membantu membuang racun dan zat yang tidak diperlukan di sistem pencernaan dan menjaga kesehatan sistem pencernaan. Sistem pencernaan sehat, imun tubuh tetap kuat!



¹ Cremonini, F., Camilleri, M., Clark, M. M., Beebe, T. J., Locke, G. R., Zinsmeister, A. R., … & Talley, N. J. (2009). Associations among binge eating behavior patterns and gastrointestinal symptoms: a population-based study. International journal of obesity, 33(3), 342-353.
² Hunt, R., Quigley, E., Abbas, Z., Eliakim, A., Emmanuel, A., Goh, K. L., … & Whorwell, P. (2014). Coping with common gastrointestinal symptoms in the community: a global perspective on heartburn, constipation, bloating, and abdominal pain/discomfort May 2013. Journal of clinical gastroenterology, 48(7), 567-578.
³ Gibson, G. R. (2008). Prebiotics as gut microflora management tools. Journal of clinical gastroenterology, 42, S75-S79.
⁴ Castro, G. A., & Arntzen, C. J. (1993). Immunophysiology of the gut: a research frontier for integrative studies of the common mucosal immune system. American Journal of Physiology-Gastrointestinal and Liver Physiology, 265(4), G599-G610.
⁵ Corley, D. A., & Schuppan, D. (2015). Food, the immune system, and the gastrointestinal tract. Gastroenterology, 148(6), 1083-1086.