Yang Perlu Kamu Tahu Tentang Manfaat Serat dalam Detox Usus

Yang Perlu Kamu Tahu Tentang Manfaat Serat dalam Detox Usus

Detoksifikasi atau detox adalah suatu intervensi yang dirancang untuk mengeluarkan racun dari tubuh, meningkatkan kesehatan, dan membantu menurunkan berat badan. Detox melibatkan pendekatan dengan memodifikasi kualitas makanan yang dikonsumsi. Alasan paling umum melakukan detox adalah tingginya paparan tubuh dan lingkungan terhadap toksin, adanya gangguan pencernaan, dan berat badan yang berlebih. Toksin dapat diproduksi secara alami oleh alam dan tubuh, tetapi sebagian besar adalah buatan manusia. Istilah toksin atau racun dalam hal ini meliputi polutan, bahan kimia sintetis, logam berat, makanan olahan (makanan yang diolah berlebihan tinggi lemak, dan rendah serat) dan produk berbahaya lainnya yang mungkin ada di kehidupan sehari-hari. Akumulasi toksin dalam tubuh dalam jangka waktu yang lama atau hasil dari paparan terus menerus terhadap toksin ini dapat menyebabkan ancaman bagi kesehatan manusia.¹

Tubuh sudah memiliki sistem sendiri untuk membersihkan racun atau melakukan detoksifikasi. Salah satu bagian tubuh yang berperan sebagai sistem detox adalah sistem pencernaan. Namun apabila seseorang menerapkan gaya hidup sedentary, sering konsumsi makanan tidak sehat, dan terpapar polusi setiap hari, maka tubuh membutuhkan bantuan untuk melakukan detox. Usus adalah bagian penting dari sistem pencernaan, karena memiliki tugas dalam memecah dan menyerap nutrisi dari apa yang seseorang makan dan minum. Setelah nutrisi diserap, kemudian akan dikirim melalui aliran darah ke seluruh tubuh dan digunakan sebagai energi. Menurut penelitian yang dilakukan pada tahun 2014, total luas permukaan usus adalah sekitar setengah dari ukuran lapangan bulutangkis. Dimana panjang usus halus 3-5 meter dan panjang usus besar 1,5 meter.²

Lapisan usus menyimpan racun dari makanan yang masuk ke dalam tubuh. Usus besar berperan seperti tangki penyimpanan, karena menyimpan sisa makanan yang tidak tercerna dan juga terdapat triliunan mikroba. Bakteri usus bekerja membantu memecah makanan yang tersisa. Menariknya, makanan yang seseorang konsumsi sangat memengaruhi jenis bakteri yang hidup di dalam usus. Konsumsi makanan yang tidak sehat, seperti terlalu banyak konsumsi kalori dari makanan tinggi gula, makanan berminyak, ataupun makanan kemasan, menyebabkan sisa makanan terlalu lama untuk dapat dikeluarkan menjadi kotoran. Mengingat ukuran usus sangat panjang, jika hal tesebut terjadi maka akan terjadi penumpukan zat-zat sisa serta toksin dan pada akhirnya menyebabkan peningkatan bakteri jahat dalam usus. Sebaliknya, dengan konsumsi makanan yang sehat, seperti serat dari sayur dan buah, dapat membantu pengeluaran sisa makanan dengan cara menarik zat sisa tersebut yang masih tertahan. Sehingga tidak terjadi penumpukan zat-zat sisa dan meningkatkan jumlah bakteri baik di usus.³,

Serat termasuk salah satu makanan yang dapat melakukan fungsi detox. Konsumsi serat juga dapat membentuk asam lemak rantai pendek akibat dari fermentasi oleh bakteri usus, dimana asam lemak ini dapat meningkatkan kesehatan saluran pencernaan. Asam lemak rantai pendek adalah jenis lemak yang dapat mengurangi lemak perut dengan meningkatkan pembakaran lemak dan mengurangi penyimpanan lemak. Selanjutnya asam lemak ini diubah menjadi butirat yang dapat menghentikan pertumbuhan bakteri jahat dan mempertahankan pergerakan usus yang baik dengan memengaruhi metabolisme sel-sel di usus. Serat juga berperan menangkap gula, kolesterol, dan lemak yang berlebih untuk dapat dikeluarkan bersama dengan zat sisa makanan lainnya.⁵ Dengan semua manfaat tersebut, konsumsi serat yang cukup akan membantu proses detox usus dan menjaga kesehatan sistem pencernaan. Sayangnya, masyarakat Indonesia belum dapat memenuhi asupan serat hariannya. Terbukti dari kurangnya konsumsi buah dan sayuran yang masih sangat kurang. Jika disarankan konsumsi 5 porsi buah dan sayuran per hari, rata-rata konsumsi buah dan sayuran masyarakat Indonesia hanya 1,8 porsi per hari. Saat konsumsi serat dari makanan sehari-hari tidak dapat dipenuhi, kamu bisa mengonsumsi suplemen serat untuk membantu memenuhi asupan serat.



¹ Ber, L. (2008). Fiber and natural chelator composition suitable for effective detoxification. U.S. Patent Application No. 11/864,055.
² Helander, H. F., & Fändriks, L. (2014). Surface area of the digestive tract–revisited. Scandinavian journal of gastroenterology, 49(6), 681-689.
³ Healtline. (June 18, 2020). What’s the Length of Your Small and Large Intestines?. Retrieved from https://www.healthline.com/nutrition/improve-gut-bacteria#section5
⁴ Kieffer, D. A., Martin, R. J., & Adams, S. H. (2016). Impact of dietary fibers on nutrient management and detoxification organs: gut, liver, and kidneys. Advances in Nutrition, 7(6), 1111-1121.
⁵ Healtline. (June 18, 2020). How Eating Fiber Can Help You Lose Belly Fat. Retrieved from https://www.healthline.com/nutrition/fiber-and-belly-fat#section3