Zinc, Mineral Penting untuk Mencegah Berbagai Penyakit Infeksi

Zinc, Mineral Penting untuk Mencegah Berbagai Penyakit Infeksi

Zinc (Zn) atau Seng adalah mineral penting yang untuk pertumbuhan, perkembangan, dan memelihara fungsi kekebalan tubuh. Selain diperlukan untuk kekebalan tubuh, Zinc juga mendukung pertumbuhan, fungsi pencernaan dan usus, dan perkembangan otak.¹ Tidak hanya itu, mineral ini juga berperan dalam penyembuhan luka, menjaga fungsi indra pengecap dan penciuman.² Meskipun memiliki banyak fungsi penting bagi tubuh, tetapi kasus defisiensi atau kekurangan Zinc menjadi masalah yang sering terjadi di dunia, terutama di negara berkembang. Kekurangan Zinc adalah komponen umum dari kurang gizi dan berhubungan dengan kejadian stunting dan tingginya kejadian infeksi pernapasan dan diare, terutama pada anak yang berusia < 5 tahun. Diperkirakan, secara global, kekurangan Zinc bertanggung jawab atas 176.000 kejadian diare dan 406.000 kematian akibat pneumonia pada anak <5 tahun.³,

Angka kecukupan Zinc per hari yang dianjurkan oleh Kementerian Kesehatan RI untuk wanita dewasa sebesar 8 mg sedangkan pria dewasa sebesar 11 mg. Sebenarnya, banyak sumber pangan hewani dan nabati yang secara alami kaya akan Zinc, sehingga memudahkan FibreSquads untuk memenuhi kebutuhan Zinc. Beberapa contoh makanan yang kaya akan Zinc antara lain kerang, daging, ayam, ikan, kacang polong, kacang merah, biji bunga matahari, kacang mede, telur, oat, kale, jamur, asparagus, dan lain-lain.

Sayangnya, penyerapan Zinc dari makanan di atas hanya berkisar 20-40% saja. Penyerapan Zinc oleh tubuh juga bergantung pada sumber pangan atau makanan. Sumber pangan hewani, seperti kerang dan daging, mengandung Zinc dalam jumlah tinggi dalam bentuk yang lebih mudah diserap tubuh. Akan tetapi, sumber pangan nabati seperti kacang-kacangan dan biji-bijian, kurang efisien penyerapannya karena senyawa lain di bahan nabati tersebut yang menghambat penyerapan Zinc.⁵

Konsumsi Zinc dan COVID-19

Selain berperan dalam menjaga kekebalan tubuh, Zinc juga memiliki sifat antiviral, seperti penggunaan terapeutik infeksi virus herpes simpleks dan flu.⁶ Beberapa peneliti menyarankan bahwa memiliki kadar Zinc yang cukup di dalam tubuh, mungkin dapat memiliki efek perlindungan terhadap COVID-19. Sebuah penelitian pada tahun 2020 yang dimuat dalam jurnal Frontier in Immunology mengemukakan bahwa Zinc membantu meningkatkan kekebalan tubuh dan menjaga selaput mukosa. Individu dengan defisiensi Zinc tampaknya memiliki risiko lebih tinggi mengalami berbagai infeksi, termasuk pneumonia.⁷

Di masa pandemi seperti saat ini, dimana menjaga kekebalan tubuh menjadi suatu hal yang mutlak dan harus dilakukan, tidak jarang orang mengonsumsi berbagai suplemen untuk menjaga kekebalan tubuhnya. Namun, untuk suplemen Zinc, bagi FibreSquads yang berusia 19 tahun ke atas, harus lebih berhati-hati untuk tidak mengonsumsi Zinc lebih dari 40 mg per hari. Terlalu banyak Zinc dapat menyebabkan masalah kesehatan, seperti rasa mual, sakit kepala, kehilangan nafsu makan, hingga nyeri di area perut. Konsumsi Zinc yang berlebihan juga dapat mengganggu kadar mineral lain seperti zat besi (Fe) dan tembaga (Cu).

FibreSquads juga harus selalu menjaga kesehatan pencernaan, karena proses penyerapan nutrisi, termasuk mineral, juga terjadi di pencernaan. Pencernaan yang sehat akan membantu penyerapan nutrisi lebih baik. Ingat, 70% sel imun juga berada di pencernaan kita. Jadi selain mengonsumsi suplemen, pastikan kesehatan pencernaan tetap terjaga agar imun tubuh tetap kuat dan tubuh kita tetap sehat.




¹ Solomons, N. W. (2013). Update on zinc biology. Annals of Nutrition and Metabolism, 62(Suppl. 1), 8-17.
² Lyckholm, L., Heddinger, S. P., Parker, G., Coyne, P. J., Ramakrishnan, V., Smith, T. J., & Henkin, R. I. (2012). A randomized, placebo controlled trial of oral zinc for chemotherapy-related taste and smell disorders. Journal of pain & palliative care pharmacotherapy, 26(2), 111-114.
³ Hess, S. Y., Lönnerdal, B., Hotz, C., Rivera, J. A., & Brown, K. H. (2009). Recent advances in knowledge of zinc nutrition and human health. Food and nutrition bulletin, 30(1_suppl1), S5-S11.
⁴ Haider, B. A., & Bhutta, Z. A. (2009). The effect of therapeutic zinc supplementation among young children with selected infections: a review of the evidence. Food and nutrition bulletin, 30(1_suppl1), S41-S59.
⁵ Gibson, R. S. (2012). A historical review of progress in the assessment of dietary zinc intake as an indicator of population zinc status. Advances in nutrition, 3(6), 772-782.
⁶ Read, S. A., Obeid, S., Ahlenstiel, C., & Ahlenstiel, G. (2019). The role of zinc in antiviral immunity. Advances in nutrition, 10(4), 696-710.
⁷ Wessels, I., Rolles, B., & Rink, L. (2020). The potential impact of zinc supplementation on COVID-19 pathogenesis. Frontiers in immunology, 11, 1712.