Kenali Prediabetes, Diabetes, Prediabetes, Perbedaan Diabetes Dan Prediabetes
Publish Date: 24 May 2022

Kenali Prediabetes, Peringatan Dini yang Tidak Boleh Diabaikan

Prediabetes adalah pertanda atau gejala awal untuk diabetes tipe 2. Seseorang dengan kondisi Prediabetes memiliki kadar glukosa darah (gula darah) yang berada di atas normal tetapi belum dalam kategori diabetes. Prediabetes sering kali tidak menujukkan gejala apapun. Karena itu, kebanyakan orang yang didiagnosis mengalami Prediabetes tidak tahu persis kapan mulai mengalami kondisi tersebut, bahkan tidak sadar kalau dirinya memiliki kondisi tersebut. Jadi, sebaiknya FibreSquad rutin untuk melakukan cek gula darah dan HbA1C minimal 1 tahun sekali ya, agar dapat mengetahui kondisi gula darah kamu.

Meskipun tidak menyebabkan gejala, Prediabetes tidak boleh diabaikan dan dianggap remeh. Karena jika kondisi Prediabetes tidak ditangani dengan baik atau tidak diberikan intervensi yang sesuai, dapat berkembang menjadi Diabetes tipe 2 dan berisiko mengalami berbagai penyakit lain sebagai manifestasi dari komplikasi Diabetes. Berapa lama seseorang dengan Prediabetes akan berkembang menjadi Diabetes tipe 2? Center for Disease Control and Prevention (CDC) menyatakan, tanpa intervensi, kebanyakan orang dengan Prediabetes dapat berkembang menjadi diabetes tipe 2 dalam waktu 5 tahun.¹

Apa Penyebab Prediabetes?

Di dalam tubuh kita ada hormon Insulin yang diproduksi oleh pankreas. Salah satu tugas dari hormon Insulin yaitu untuk membantu sel-sel dalam tubuh menyimpan glukosa, sumber energi utama yang didapat dari makanan yang kita konsumsi. Ketika kita mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat, tubuh akan memecah menjadi glukosa yang kemudian diserap masuk ke aliran darah. Kemudian, tubuh kita juga akan memproduksi hormon Insulin agar glukosa yang ada di darah dapat diangkut ke dalam sel tubuh dan diubah menjadi energi. Hal tersebut akan menjaga kadar gula darah dalam kisaran yang sehat.

Pada individu dengan Prediabetes, tubuhnya masih dapat memproduksi Insulin dalam jumlah yang cukup. Akan tetapi, sel-sel yang ada di dalam tubuh (sel otot, lemak, dan hati) mengalami resistensi terhadap insulin dan efeknya.² Hal ini menyebabkan glukosa yang ada di dalam darah tidak dapat digunakan oleh sel, energi yang diproduksi juga berkurang, dan kadar glukosa darah sedikit meningkat. Di Indonesia rendahnya aktivitas fisik dan pola makan yang tidak seimbang merupakan faktor risiko yang konsisten muncul sebagai faktor penentu Prediabetes.

Diet yang Tepat untuk Prediabetes:

1. Batasi Konsumsi Daging Merah dan Olahannya

Daging merah seperti daging sapi, daging kambing, dan olahannya, dapat menjadi sumber protein. Tetapi konsumsi daging merah dan olahannya secara berlebihan juga berdampak buruk, termasuk meningkatkan risiko diabetes. Mereka yang mengonsumsi daging merah lebih dari setengah porsi sehari memiliki risiko 48% lebih tinggi terkena diabetes tipe 2.³ Olahan daging merah juga biasanya menggunakan bahan tambahan seperti pengawet dan bahan kimia lain (misalnya nitrit, nitrat) yang ditambahkan ke daging selama pembuatan. Zat tersebut dapat membahayakan pankreas, yang merupakan organ penghasil insulin, dan meningkatkan resistensi insulin.

FibreSquad dapat mengurangi asupan daging merah dengan sumber protein lain, seperti ayam, telur, tahu, tempe, dan aneka kacang-kacangan.

2. Batasi Minuman Manis dengan Gula Tambahan

Minuman dengan rasa manis memang lebih nikmat dikonsumsi dibandingkan yang rasanya tawar. Tetapi FibreSquad juga harus lebih waspada, Ketika mengonsumsi beragam minuman manis, biasanya juga ada tambahan gula di dalamnya. Kementrian Kesehatan RI menyatakan batas konsumsi gula dalam sehari yaitu sebanyak 4 sendok makan atau sekitar 50 g saja dalam sehari.⁴

Jika FibreSquad mengonsumsi minuman dalam kemasan yang mengandung gula, coba lebih teliti dan jeli melihat berapa banyak kandungan gula dalam minuman tersebut. Untuk memenuhi kebutuhan cairan sehari, perbanyak konsumsi air putih, atau jika ingin yang memiliki rasa manis, pilih yang kandungan gulanya lebih kecil atau yang menggunakan pemanis alami.

3. Tingkatkan Asupan Serat Harian

Serat memberikan banyak manfaat untuk tubuh. Konsumsi diet serat dapat membuat FibreSquad merasa kenyang lebih lama, membantu menjaga pencernaan tetap sehat, dan membantu melancarkan pencernaan. Karena diet tinggi serat akan membuat kenyang lebih lama, kecil kemungkinannya FibreSquad untuk makan secara berlebihan. Konsumsi serat juga dapat membantu gula darah kamu lebih stabil, karena glukosa diserap secara bertahap dan kenaikan gula darah menjadi lebih stabil.

Pastikan memenuhi asupan serat harian, yaitu sekitar 30 g sehari atau mengonsumsi 400 g buah dan sayuran. Jika kamu belum dapat memenuhi asupan serat dari makanan sehari-hari, kamu dapat mengonsumsi FibreFirst, suplemen tinggi serat dan tidak mengandung gula tambahan.


¹ Centers for Disease Control and Prevention. (2021, December 21). About Prediabetes & Type 2 Diabetes. Retrieved from https://www.cdc.gov/diabetes/prevention/about-prediabetes.html.
² National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK). (2018, May). Insulin Resistance & Prediabetes. Retrieved from https://www.niddk.nih.gov/health-information/diabetes/overview/what-is-diabetes/prediabetes-insulin-resistance.
³ Pan, A., Sun, Q., Bernstein, A. M., Manson, J. E., Willett, W. C., & Hu, F. B. (2013). Changes in red meat consumption and subsequent risk of type 2 diabetes mellitus: three cohorts of US men and women. JAMA internal medicine, 173(14), 1328-1335.
⁴ Permenkes, R. I. No. 30 tahun 2013 tentang Pencantuman Informasi Kandungan Gula. Garam dan Lemak serta Pesan Kesehatan untuk Pangan Olahan dan Pangan Siap Saji.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 × 3 =