Defisiensi Serat | Kekurangan serat kemungkinan akan meningkatkan kadar kolesterol dalam darah.
Publish Date: 2 March 2022

Bekerja Terlalu Lama Dapat Sebabkan Defisiensi Serat

Tempat kerja dapat menjadi tempat yang cocok untuk mempromosikan pola makan sehat karena pekerja menghabiskan waktu cukup lama di tempat kerja. Survei pada tahun 2020 menyebutkan bahwa rata-rata durasi kerja per minggu di Indonesia adalah 39.88 jam pada pria dan 34.81 jam pada wanita.¹ Berarti rata-rata waktu yang dihabiskan tiap harinya di tempat kerja sekitar 8 jam dan FibreSquad juga melewati satu atau dua waktu makan juga di tempat kerja. Sayangnya, ada banyak faktor yang menjadi hambatan untuk memiliki pola makan yang sehat, terutama pada kelompok dewasa muda, antara lain biaya, pengetahuan yang minim tentang cara menyiapkan makanan sehat, dan preferensi rasa.²

Karakteristik tempat kerja ternyata juga dapat memengaruhi pola makan harian pekerja, seperti jam kerja, kerja shift, tekanan fisik, tekanan mental, tekanan pekerjaan, dan dukungan yang diberikan dari tempat kerja sendiri. Namun, hambatan untuk makan sehat yang paling sering dialami adalah kurangnya waktu dalam menyeimbangkan urusan pekerjaan dan jadwal rekreasi. Jam kerja yang panjang berhubungan erat dengan penurunan kualitas diet dan menyebabkan berbagai efek negatif terhadap kesehatan. Beberapa studi menunjukkan bahwa jam kerja yang panjang dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, termasuk tekanan darah tinggi dan diabetes mellitus.

Studi lain juga menunjukkan bahwa pekerja muda dengan jam kerja yang panjang dan jadwal kerja shift kekurangan asupan zat gizi mikro (seperti vitamin dan mineral) dengan total energi yang rendah.³ Selain itu, prevalensi defisiensi atau kurang asupan serat juga cukup tinggi pada pekerja dengan jam kerja lebih dari 52 jam per minggu.⁴ Mengapa hal tersebut dapat terjadi? Meningkatnya jam kerja pasti mengurangi waktu luang. Jika orang tidak punya banyak waktu untuk beristirahat, FibreSquad cenderung makan di luar daripada memasak di rumah. Saat makan di luar, pilihan makanan yang dikonsumsi cenderung tinggi asupan energi, tinggi lemak, dan tinggi natrium, tetapi rendah buah-buahan dan sayuran yang mengandung serat.⁵ Karena alasan kesibukan dan kurangnya waktu, orang yang bekerja juga cenderung mengonsumsi makanan cepat saji (fast food), makanan kemasan atau makanan yang dapat disiapkan dengan cepat dan mudah seperti tinggal dipanaskan saja.

Diet atau pola makan sehat sangat penting dalam pencegahan penyakit kronis, dan serat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pola makan sehat ini. Rekomendasi asupan serat untuk orang dewasa di Indonesia sebesar 25-30 gram dalam sehari. Jika FibreSquad tidak memiliki gambaran berapa banyak jumlah tersebut, pastikan saja bahwa setiap kali kamu makan, setengah isi piring FibreSquad adalah sayuran dan buah, atau buah dapat dikonsumsi sebagai camilan. Makanan yang mengandung serat dapat memberikan berbagai manfaat kesehatan, seperti meningkatkan kesehatan pencernaan, membantu menjaga berat badan, menurunkan risiko diabetes, penyakit jantung dan beberapa jenis kanker.

Jadi meskipun FibreSquad memiliki jadwal kerja yang padat, pastikan asupan serat harian terpenuhi ya. Jika tidak dapat memenuhi asupan serat dari makanan yang dikonsumsi sehari-hari, kamu dapat mengonsumsi suplemen kaya serat seperti FibreFirst. Cukup konsumsi satu saset FibreFirst, malam hari sebelum tidur, dapat membantu memenuhi asupan serat dan membantu kamu mendapatkan berbagai kebaikan serat untuk kesehatan kamu.


¹ Statista. (July 2021). Average weekly working hours in Indonesia in 2019 and 2020, by gender. Retrieved from https://www.statista.com/statistics/1251483/indonesia-average-working-hours-per-week-by-gender (Accessed on 11 March 2022)
² Andajani-Sutjahjo, S., Ball, K., Warren, N., Inglis, V., & Crawford, D. (2004). Perceived personal, social and environmental barriers to weight maintenance among young women: A community survey. International Journal of Behavioral Nutrition and Physical Activity, 1(1), 1-7.
³ Lee, W., Jung, J., Ahn, J., & Kim, H. R. (2020). Rate of inappropriate energy and micronutrient intake among the Korean working population. Public Health Nutrition, 23(18), 3356-3367.
⁴ Min, J., Lee, D. W., Kang, M. Y., Myong, J. P., Kim, H. R., & Lee, J. (2022). Working for Long Hours Is Associated With Dietary Fiber Insufficiency. Frontiers in Nutrition, 9.
⁵ Sam, L., Craig, T., Horgan, G. W., & Macdiarmid, J. I. (2019). Association between hours worked in paid employment and diet quality, frequency of eating out and consuming takeaways in the UK. Public Health Nutrition, 22(18), 3368-3376.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nine − 5 =